SEJATINYA AMAL SHOLIH ITU
KEMBALI KEPADA DIRI SENDIRI
Saudaraku...
Sejatinya, ketika kita
beramal sholih hakikatnya kembali kepada diri sendiri. Apabila kita memberi,
kita pasti akan menerima. Saat kita menolong orang lain, pada saat yang sama
kita sedang menolong diri sendiri. Apa yang kita lakukan untuk orang lain,
sebenarnya kita sedang melakukannya untuk diri kita sendiri.
Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang. Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini,
tapi mereka tidak meyaqininya. Malangnya hari ini, banyak orang lebih
senang menerima daripada memberi. Lebih
suka ditolong daripada menolong. Hidup
hanya berorientasi pada diri sendiri. Padahal agama mengajarkan tangan di atas
lebih baik daripada di bawah.
Αda ilustrasi menarik yang dapat kita jadikan ibrah.
Seorang buta sedang berjalan
dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat, sementara
tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan
ini mengherankan bagi seorang pria yang
kebetulan melihatnya.
Karena penasaran, pria
itu bertanya,
"Mengapa anda berjalan membawa lampu?"
Orang buta itu menjawab, "Sebagai penerangan".
Dengan heran pria iτu bertanya lagi, "Tetapi, bukankah anda
buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"
Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, "Meski saya tidak
bisa melihat, orang lain melihatnya. Selain membuat jalanan menjadi
terang, ini juga menghindarkan orang
lain utk tidak menabrak saya..."
Di saat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita
sedang melakukan sesuatu untuk diri kita
sendiri. Inilah rahasia kehidupan untuk hidup yang penuh berkah, berkelimpahan
dan bahagia.
"Apa yang kita lakukan untuk orang lain, suatu saat pasti
akan terjadi kepada kita". Itulah
hukum tabur tuai. Hukum tarik menarik yang merupakan Sunnatullah di alam
semesta.
Semoga bermanfaat dan semoga ada inspirasi yang bisa kita
terapkan dalam kehidupan ini.
Baarakallahu fiikum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar