Minggu, 27 Maret 2016

HARTA Dan KEMEWAHAN hanya ilusi belaka….!


HARTA Dan KEMEWAHAN hanya ilusi belaka….!
(Kisah Nyata)

Kekayaan Steve Jobs pemilik Apple Computer mencapai Rp. 67 Triliun. (Forbes)Kata2 terakhir Steve Job sebelum meninggal : Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tak terpisahkan, Selain kerja hobiku tak banyak.Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan hidupku. Kekayaan,kedudukan, dan popularitas, semuanya itu tidak ada artinya lagi.
Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku. Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya untuk digunakan dirinya saja itu sudah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas itu bagaikan monster yang mengerikan. Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah. Semua itu hanya ilusi belaka.
Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang.Ranjang apa yang termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya. Kita berjalan di jalan kehidupan ini.
Dengan jalannya waktu, suatu saat akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentas pun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.Yang patut kita hargai dan sayangkan adalah hubungan kasih antar keluarga, cinta akan suami-istri dan juga kasih persahabatan antar-teman. Seharusnya kita lebih bersyukur krn masih ada kesempatan.
Subhaana Allah…!
Saudaraku….!
Walaupun kita mungkin belum merasakan keadaan seperti itu. Namun paling tidak bisa kita jadikan ibroh, hikmah dan pelajaran dari kisah tersebut. Satu diantaranya marilah kita luruskan orientasi hidup kita. Bahwa Hakikat kebahagiaan bukan terletak pada harta tahta wanita, dan capaian materi. Tetapi sejauh mana manusia taat kepada Allah dan Rasulnya. Sejauh mana bisa terhindar dari siksa neraka dan masuk syuga. Maka itulah hakikat kebahagiaan, hakikat kesuksesan.
Allah SWT berfirman:
....وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ٧١ 
…..Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar (QS. Al Ahzab:71)
.....فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥ 

Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran : 185)
Saudaraku….!
Semoga Allah beri taufiq dan hidayah
Sehingga bisa beribadah secara istiqomah
Yang menghantarkan kita menggapai jannah
Amiiin…!3x Yaa Rabbal ‘alamiin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar