Senin, 08 Agustus 2016

Roti Panggang Gosong


Roti Panggang Gosong
Ketika saya masih kecil, Ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Suatu malam, setelah ibu bekerja keras sepanjang hari, ibu menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah. Saat itu saya menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ. Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.
Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya! Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu. Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan..“Sayang, jangan khawatir…aku suka roti panggang yang gosong.” Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong. Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!” Tahu kah kamu apa yang menyakiti hati seseorang?…”kata kata kasar…”
Lalu ayah melanjutkan, “kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal, kadang lupa ulang tahun ibumu, ulang tahun pernikahan, dan lain-lain sama seperti orang lainnya. Yang ayah pelajari adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis. Hidup itu terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian. Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi mereka. (Sumber:Manhajuna/GAA)

Selasa, 02 Agustus 2016

Melatih Mandiri


Melatih Mandiri
Kemandirian perlu anda-ajarkan sedini mungkin pada anak anda. Meskipun demikian banyak orang tua yang melewati cara mengajarkan anak mandiri dikarenakan beberapa alasan, salah satunya kesibukan orang tua dengan pekerjaan diluar rumah atau ketergantungan antara anak dan orang tua hingga sulit untuk anda melepaskannya. Perilaku anak dapat dibentuk dari pengaruh lingkungan, sedangkan lingkungan terbesar anak-anak adalah rumah. Salah satunya adalah ketika sebagian anak takut pada hal baru sedangkan sebagiannya lagi justru mencoba penuh dengan berani bahkan tidak jarang hingga yakin benar. Hal ini jelas merupakan salah satu gambaran tingkat kenyamanan  pada anak yang masing masing memiliki perbedaan.
Betulkah ini merupakan salah satu pengaruh dari latihan kemandiran anak? Bagaimana kiat melatih anak mandiri? Latihan kemandirian sudah dapat anda latih pada anak usia dini. Terutama apabila anak anda sudah memasuki usia 1 tahun. Perlu anda ketahui setiap usia anak anda memiliki pemahaman dan daya tangkap yang berbeda ketika melatih kemandirian sehingga anda harus membedakan cara melatih sesuai dengan usia anak anda :
A.  Pada usia anak 1 tahun
1.  Pada usia satu tahun batita belum dapat memahami rutinitas sehari hari. Misalnya saja minum susu, bermain, mandi, makan atau tidur. Sehingga penting bagi anda untuk melatih melakukan rutinitas tersebut. Misalnya ketika akan mandi anda dapat mengajak anak anda untuk mengambil handuk sebelum akan mandi.Kemudian anda dapat membiarkan batita untuk memilih lauk pauk.
2.  Latih anak anda untuk minum dari gelas dan memegang sendiri gelas tersebut. Anda dapat mencobanya dengan memberikan gelas yang tidak mudah pecah.
3.  Pada usia anak anda ini , latihlah untuk dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain sehingga mampu mendukung batita menarik dengan lingkungan sekitarnya. Keingintahuan yang besar akan membantu anak anda untuk mengeksploirasi lingkungan dan kemampuan motorik. Selama lingkungan yang nyaman dan aman maka anda tidak usah melarangnya, perhatikan dan berikan pengawasan saja.
B.  Pada usia anak 2 tahun
1.  Kini, anak sudah dapat menggunakan sendok sehingga untuk makan sendiri. Meskipun belum sempurna akan tetapi kemampuan ini sudah dapat membantu anak anda mandiri. Dengan menggunakan sendok dan makan sendiri sudah menggunakan koordinasi tangan dan mata.
2.  Anda dapat melakukan toilet learning pada anak. Misalnya dengan mengajarkan menggunakan tolilet dengan bantuan pengawasan anda.
3.  Ajarkan anak anda untuk mencuci muka dan tangan sendiri meskipun pada awalnya mungkin pakaiannya akan basah akan tetapi berikan kesempatan belajar. Tunjukan kepada batita cara membuka dan menutup keran, membasuh muka, menggunakan sabun tangan hingga menggunakan gayung kecil.
4.  Latih anak anda untuk melepas pakaian sendiri, melepas dan menggunakan sepatu.
5.  Anda dapat menunjukan kepentingan anak anda seperti tas atau botol minum sehingga dapat membantu menyimpan dan membawanya di tempat asal perlengkapan disimpan.
C.  Pada usia anak 3 tahun
1.  Berikan kebebasan pada anak anda untuk berjalan sendiri. Sesekali anda dapat memberikan kebebasan untuk melompat, memegang atau berlari. Sehingga anak anda dapat mencobanya tanpa membahayakan tubuhnya.
2.  Pada usia ini anak anda sudah mampu menunjukan kemampuan di hadapan orang lain termasuk membawa tas yang berisi belanjaan atau membereskan tempat tidur. Biarkan anak anda untuk menunjukan kemampuan dan arahkan sehingga bertanggung jawab.
3.  Latih anak anda untuk bekerja sama dalam melakukan tugas rumah. Salah satunya membereskan mainan. Berikan arahan yang terbaik sehingga dapat bekerja sama.
4.  Latih kemampuan anak anda seperti mencorat coret kertas, ayunan sendiri, berteriak keras atau bersepeda. Berikan kesempatan anak anda mendapatkan pengalaman tanpa harus mengkhawatirkan bahaya selama anda mengawasinya.

Terkilir Kerikil, Tak kan Kesandung Gunung

“Sak klimah mengku  fadhilah dan hikmah”.  Itulah yang lebih tepat memaknai mutiara kata di atas. Maknanya dalam bahasa Indonesia seseorang akan terkilir krikil dan kesandung batu yang kecil. Tidak akan kesandung batu sebesar gunung. Seseorang tertimpa musibah dari sesuatu yang sederhana atau kecil yang kadang tidak kita perhatikan. Kita menganggap perkara kecil. Tidak masalah bagi kita. Tidak apa-apa  terjadi. Padahal,  jika kita biarkan akan menjadi masalah besar.  Kebiasaan memperhatikan yang sederhana dan yang kecil akan menghindarkan masalah yang rumit dan besar
Kita sering menjumpai kebiasaan buruk di rumah. Misalnya, membiarkan lampu dan kipas angin masih menyala meskipun tidak ada orang. Setrika masih aktif, kompor gas masih menyala padahal seluruh penghuni rumah pergi. Kran masih mengalir sehingga air meluber kemana-mana. Hal ini juga sering terjadi di kantor pemerintah dan fasilitas umum. Pada akhirnya terjadi kebakaran atau musibah lainnya dikarenakan kita teledor mengabaikan perkara yang kecil.

Rabu, 27 Juli 2016

GURU NGAJI YANG JADI MENTERI


GURU NGAJI YANG JADI MENTERI
Salah satu nama yang mengagetkan banyak orang dalam kabinet baru hasil reshuffle pada Rabu siang ini adalah penunjukan Arcandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral. Tidak banyak yang tahu siapa Arcandra Tahar, pria berusia 45 asal Padang Pariaman ini.
Maklum sudah 20 tahun Arcandra meninggalkan tanah air dan hidup sebagai diaspora di Houston Amerika Serikat. Nama Arcandra memang tidak asing buat warga Indonesia di Houston.
Namun penunjukan Arcandra juga mengejutkan salah seorang diaspora di Houston. "Surprise betul. Orangnya sangat low profile," ujar Ira Damayanti, yang tahun lalu bersama Konjen Indonesia di Houston Henk Saroinsong dan Tim Indonesia Diaspora Network, mengunjungi Arcandra di tempat kerjanya Petroneering.
"Alhamdulillah.. Salah satu putra terbaik Diaspora Indonesia di Houston USA diberi amanah sebagai Menteri ESDM," katanya. Di kalangan masyarakat Indonesia, Arcandra juga terkenal sangat pintar, dan memiliki banyak paten bidang offshore engineering.
"Keseharian selama kami mengenal beliau di Houston, beliau sosok Islam yang taat, family man," kata Ira.
Ayah 2 anak ini adalah pendiri Indonesian Family Academy, lembaga yang setiap hari Sabtu mengajarkan anak-anak secara sukarela membaca Alquran dan kajian tentang Islam.
"Ia turun tangan langsung bersama istrinya memberikan pelajaran Alquran dan Agama Islam," ujar teman dekat Arcanda pada GATRAnews.
Selama bulan Ramadhan, komunitas ini menyelenggarakan kegiatan semacam Ramadhan Camp. Kadang juga mengadakan acara keluarga seperti mancing bareng dan membakar ikan bareng.
Arcandra Tahar saat dikunjungi Indonesia Diaspora Network di kantornya Petroneering, Houston, Amerika Serikat (GATRAnews/Renny Damayanti Malon) Arcandra Tahar saat dikunjungi Indonesia Diaspora Network di kantornya Petroneering, Houston, Amerika Serikat (GATRAnews/Renny Damayanti Malon) Arcandra saat ini Presiden di Petroneering Houston di Texas. Perusahaan ini bergerak di bidang energi dan minyak. Setidaknya sudah 2 tahun 10 bulan menjabat sebagai Presiden sejak Oktober 2013. Sebelum menjabat sebagai Presiden di Petroneering, Arcandra memiliki posisi sebagai Principal Horton Wison Deepwater Inc sejak Oktober 2009 hingga Oktober 2013.
Ia juga pernah bekerja di AGR Deepwater Development System Inc, di Hydrodynamics Lead Floa TEC LLC dan berbagai perusahaan internasional lainnya.
Menyelesaikan S1 di Teknik Mesin ITB dan kemudian bekerja di Andersen Consulting demi memiliki uang agar dapat melanjutkan kuliahnya ke S2 nya di Amerika.
Kuliah S2 di texas A&M University Amerika diselesaikan dengan baik dan berniat kembali ke Indonesia untuk membenahi PT Timah yang waktu itu kondisinya sedang susah. Dengan mempertimbangkan banyak hal, akhirnya dia melanjutkan S3 di Amerika juga dengan beasiswa.
Sejak saat itulah Arcandra melanglang buana di Amerika dan bekerja di berbagai perusahaan internasional.
Meski tinggal di Amerika, kepeduliannya atas tanah kelahirannya sangat tinggi. "Dia lah yang berada dibalik negosiasi sehingga proyek Masella dilakukan onshore bukan offshore," ujar teman dekat Archandra.
Menurut teman dekatnya ini, Presiden Jokowi memberi sanjungan atas masukan Arcandra soal blok Masela. "Dia menjadi teman berbincang presiden terkait sumber daya alam di Indonesia bila sedang berada di tanah air," ujar sumber GATRAnews tersebut.
Berikut Profil Menteri ESDM baru:
Dr Arcandra Tahar
Pendidikan :
- ITB Teknik Mesin : 1989 -1994
- Texas A&M University Ocean Engineering : 1996 – 1998
- Texas A& M Univeristy Ocean Engineering (Doctor of Philosophy) : 1998 – 2001
Riwayat Pekerjaan
- Presiden Petroneering : 2013-2016
- Principal Horton Wison Deepwater : 2009 – 2013
- Principal dan Presiden Asia Pasific AGR Deepwater Development System : 2007-2009
- Hydronynamics Lead FloaTec LLC 2006 – 2007
- Peneliti Technip Offshore : 2001 – 2006
- Asisten Peneliti Offshore Technology Research Center : 1997 – 2001
- Technical Advisor Noble Denton : 2000
Skill
Product Development, Wave Basin Model Testing, Offshore Field Measurement, Deepwater Platform Design and Analysis (Spar, TLP and Semisubmersible), FPSO Analysis, Shallow Water Platform Design and Analysis (Buoyant Tower), Mooring Design and Analysis, Riser Design and Analysis, Naval Architecture, Hydrodynamics, Software Development, Asset Integrity Management, Wave Energy, Offshore Drilling (Sumber: Gatranews)

NASIONALISME SEORANG SRI MULYANI


NASIONALISME SEORANG SRI MULYANI
Tahta itu seberkas cahaya. Sinarnya melambai-lambai ke laron-laron untuk datang merubung dan menyilaukan para pencari kuasa. Ia bisa memberi harapan pada mereka yang putus asa, tapi panasnya juga bisa memanggang mereka yang tak terbiasa.
Dulu, saya terpukau, mengapa gerangan Chairul Tanjung  muda, kaya-raya, pemilik Carrefour, Bank Mega, jaringan televisi Trans dan media online detik Com mau menjadi menteri pengganti di penghujung kekuasaan Presiden SBY? Gaji menteri hanya 19 juta, penghormatan tak seberapa, gagal dicaci-maki, berhasil tak dipuja-puji, salah-salah malah masuk bui.
Kini pun saya heran, mengapa gerangan Sri Mulyani mau meninggalkan jabatannya sebagai orang nomer dua di Bank Dunia yang selalu menempatkannya dalam daftar Forbes sebagai salah satu dari Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia -- untuk jadi menteri di Indonesia? Kata-katanya menjangkau dunia, kalimatnya didengar para penguasa di hampir semua negara. Bawahannya para bule, penghasilannya bermiliar-miliar rupiah.
Dan seterusnya.
Pada akhirnya, kita paham. Kekuasaan juga menyimpan misterinya sendiri. Ada yang datang sekadar untuk mencicipi nikmatnya semata, ada yang hendak menjadikannya arena untuk melindungi kepentingan sendiri, menjadikannya ruang untuk membalas dendam, dan juga yang bergabung dengan kekuasaan semata-mata untuk mengabdikan kemampuan.
Saya percaya, Sri Mulyani rela “surut” di jabatan itu dari bos Bank Dunia menjadi menteri bawahan Presiden Jokowi semata-mata untuk kemaslahatan negerinya. Saya dengar, tak mudah membujuknya untuk mau bergabung di kabinet. Ia bukan pencari kerja, ia menetapkan berbagai syarat dan bukan sebaliknya.
Anda lihat foto ini bae’-bae’ Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani, menangkupkan tangan bersalaman bertiga di kantor pusat Bank Dunia di Amerika beberapa pekan lalu.
Dan saya bayangkanlah latar pertemuan ini saya bayangkan lho ya! JK datang membawa misi membujuk Sri Mulyani untuk kembali seraya memintakan izin kepada sang presiden. Lalu mereka bersepakat, bersalaman dan tertawa sumringah bertiga.
Untuk Indonesia.
Selamat bekerja Ibu Sri Mulyani, perempuan paling berpengaruh di dunia yang kembali untuk negerinya (Copas from Mas Tomi)

BAWA HP KE MASJID


BAWA HP KE MASJID

Syeikh Nuruddin Albanjari dlm satu ceramahnya pernah memberi pertanyaan kpd para pendengar :
"Kenapa tidak ada seorangpun pemain sepak bola membawa handphone mereka masuk lapangan ketika bertanding?
Jawabannya:
Sebab tidak ada kepentingan !
Mereka hanya perlu fokus kepada permainan mereka.
Persoalan yang diberikan oleh Syeikh Nuruddin Al-Banjari:
Jadi kenapa kita perlu membawa handphone ketika masuk ke rumah Allah/masjid ?
Adakah lapangan bola itu lebih mulia daripada masjid?
Adakah bermain bola itu perlu lebih fokus/khusyuk daripada solat ?
Pesanan Syeikh:
Mulai sekarang, belajarlah... Belajarlah untuk tidak menyibukkan diri dengan handphone/netbook/laptop dalam rumah Allah/masjid karena tiada urusan yang lebih penting daripada urusan kita dengan Allah.
*Jaga adab kita dengan Allah...!
Syeikh Abdurrahman Assudais, Imam Mesjidil Haram, satu ketika mengimami shalat di depan Ka'bah, dalam shalat nya beliau mendengar suara musik dr hp salah satu jamaah yg ikut shalat dibelakangnya.
Setelah selesai shalat beliau bangkit sambil menangis berkata kpd jamaah shalat, "Saya belum pernah mendengar musik di rumah saya tetapi hari ini saya mendengar musik di rumah Allah".
Subhanallahu....
Semoga kita bisa mengambil ibroh.
Aamiin Yaa Rabb...

Jumat, 22 Juli 2016

Selamat Hari Anak Nasional



Selamat Hari Anak Nasional

Tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari Anak NAsional . Momen tersebut kita jadikan renungan betapa berartinya kehadiran seorang anak. Anak adalah amanah dari Allah. Maka sudah semestinya kita merawat dan menjaganya.  Kita perhatikan kebutuhannya, baik jasmani lebih-lebih ruhani. Kita program masa depannya sejak dini. Program yang utama adalah menjadi anak sholeh dan sholihah. Sehingga menjadi investasi yang tiada henti walau kita sudah mati.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا ...
6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari…
(QS.At Tahrim: 6)
Semoga Allah memberi taufiq dan hidayah.
Untuk beribadah Istiqomah sampai akhir hayat…! Amiin…3x YRA

Selasa, 03 Mei 2016

PENGGEMBALA JADI MENTERI PENDIDIKAN


PENGGEMBALA JADI MENTERI PENDIDIKAN
Brilio.net - Kita hidup dalam waktu ketika seluruh dunia masih ada yang memperdebatkan apakah seorang imigran pantas untuk jadi pemimpin negara atau tidak. Beberapa negar Eropa misalnya, menolak para imigran dari Suriah.
Berbeda dengan Menteri Pendidikan dan Penelitian Prancis, Najat Belkacem. Dia seolah ingin membuktikan sekaligus menginspirasi semua orang yang percaya bahwa seorang imigran bisa berhasil, meski pernah punya masa lalu yang buruk.
Najat Belkacem lahir di pedesaan Maroko, Bani Chiker, Provinsi Nador, Maroko pada 4 Oktober 1977. Najat tumbuh dalam keluarga petani terpencil dengan dinding tanah merah dan beratapkan jerami. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini menghabiskan masa kecilnya dengan menggembala ternak kambing milik sang kakek. Dia juga berkelana dari satu bukit tandus ke bukit lainnya mencari air bersama sang kakak Fatiha. Sementara Ayahnya memilih untuk mencari kehidupan yang lebih layak di Prancis.
Pada tahun 1982, ketika usianya baru 5 tahun, sang Ayah meminta Najat pindah ke Prancis bersama ibunya untuk tinggal bersama ayahnya yang bekera sebagai pekerja bangunan. Atas permintaan ayahnya, mereka pindah dan tinggal di kota Abbevile, Provinsi Amiens, 2 jam perjalanan dari Paris.
Di kota itu, Najat tumbuh jadi gadis pemalu tapi rajin belajar. Setiap hari saat gadis seusianya sering bermain bersama teman-temannya, ia memilih untuk belajar dan belajar. Apalagi sang ayah sangat konservatif, tidak membolehkannya banyak bermain bahkan berpacaran. Namun hal itu yang membawanya lulus dari Institut d'études politiques de Paris (Paris Institut Studi-Studi Politik) pada tahun 2002.
Di tahun yang sama, Najat langsung terjun ke dunia politik dan karier politiknya kian menanjak setiap tahunnya. Berikut rangkuman karier politik Najat Belkacem hingga menjadi Menteri Pendidikan dan Penelitian Prancis, seperti dilansir brilio.net dari Storypick, Senin (2/4):
1. Di tahun yang sama setelah lulus kuliah, Najat langsung bergabung dengan Partai Sosialis (dan tim Gérard Collomb, Walikota Lyon saat itu) dan mulai memperjuangkan hak-hak warga sipil, memberikan akses pekerjaan dan perumahan, dan melawan diskriminasi.
2. Terpilih dalam anggota dewan kota di Rhone Alpes pada 2004 dan mampu bertahan sampai tahun 2008.
3. Pada tahun 2008, ia terpilih sebagai anggota Dewan Rhone dan semenjak itu karier politiknya makin diakui.
4. Pada tahun 2012, Najat diangkat sebagai Menteri Hak-Hak Perempuan dan juru bicara pemerintah di bawah kabinet Presiden Prancis, François Hollande.
5. Dan akhirnya pada tahun 2014, Najat Belkacem terpilih sebagai Menteri Pendidikan.
Semasa perjalanan karier politiknya, tak membuat Najat lepas dari hujatan dan serangan karena dirinya adalah seorang imigran dari Maroko. Ditambah lagi Najat adalah seorang wanita muslim sehingga membuatnya jadi target manis untuk semua komentar rasis. Ditambah lagi belakangan di media sosial heboh foto seorang bocah gembala dan dirinya.
"Saya meninggalkan Maroko saat usia 4 tahun, yang saya ingat berlarian di pegunungan dengan kambing. Mungkin melihat mobil bisa sebulan sekali. Sungguh indah. Meskipun saya harus beradaptasi dan belajar setiap hari ketika harus pergi dari asal ketika harus pindah ke Prancis," kata Najat kepada NYTimes (Sumber: brilio.net)

Selasa, 26 April 2016

SEPULUH PINTU REJEKI


SEPULUH PINTU REJEKI

1. MEMPERBANYAK ISTIGHFAR.

Allah swt berfirman: “Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Robb mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Qs. Nuh: 10-12)
Al-Qurtubi berkata, “Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu cara diturunkan rezeki dan hujan.
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memperbanyak istighfar (memohon ampun pada Allah), nescaya Allah menggantikan setiap kesempitan menjadi jalan keluar, setiap kesedihan menjadi kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” ( Abu Daud)

2. BERTAKWA KEPADA ALLAH

Allah berfirman: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Qs. Ath-Thalaq: 2-3).
Ibnu Katsir berkata, “Maknanya, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan Nya dan meninggalkan apa yang dilarang Nya, nescaya Allah akan memberinya jalan keluar, serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam fikirannya.”

3. BERTAWAKAL KEPADA ALLAH

Nabi Muhammad saw bersabda, “Sungguh, seandainya kalian betawakkal kepada Allah  dengan sebenar-benar tawakkal, nescaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung, mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang  di petang hari dalam keadaan kenyang.” (Ahmad dan Tirmizi)

4. RAJIN BERIBADAH

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, “Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepada Ku, nescaya Aku penuhi (hatimu) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi keperluanmu. Jika kalian tidak lakukan yang sedemikian, nescaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak aku penuhi keperluanmu (kepada manusia).” ( Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah).

5. HAJI DAN UMRAH

Firman Allah swt, “Lakukanlah haji dan umrah, kerana sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur kecuali syurga.” (Ahmad, Tirmizi, dan An-Nasa`i).

6. MENJAGA SILATURAHIM

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknya ia menyambung (tali) silaturahim.” (Bukhari).

7. BANYAK BERSEDEKAH

Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Robb ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki Nya di antara hamba-hamba Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki Nya)’, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Qs. Saba`: 39).
Rasulullah saw bersabda dalam hadis Qudsi, “Wahai anak Adam, bersedekahlah, nescaya Aku memberi rezeki kepadamu.” (Abu Daud).

8. MEMBANTU PENUNTUT ILMU

Disebutkan sebuah kisah, “Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah saw. Salah seorang daripadanya mendatangi nabi dan (saudaranya) yang lain bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu pada nabi, maka Baginda saw bersabda, “Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” (Tirmizi, Hakim).

9. MEMBANTU ORANG LEMAH

Rasulullah saw bersabda, “Bantulah orang-orang lemah, kerana kalian diberi rezeki dan ditolong lantaran orang-orang lemah di antara kalian.” (Muslim dan An-Nasa`i).

10. BERHIJRAH

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, nescaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Qs. An-Nisa`: 100).
Moga kita sama-sama mengambil manfaat dan diberikan kemudahan oleh Allah untuk melakukannya dengan istiqamah…

Minggu, 24 April 2016

MEJA KAYU UNTUK AYAH BUNDAKU


MEJA KAYU UNTUK AYAH BUNDAKU
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun.
Tangan kakek begitu rapuh, beberapa organ sudah tidak lagi berfungsi, tangan sering bergerak sendiri tak menentu. Apabila meraih atau memegang benda sering lepas. Penglihatannya mulai kabur, dan cara berjalannya pun ringkih.  Kakek benar-benar sudah pikun.
Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang kakek yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Kadang gelas dan piring pecah jatuh ke lantai.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang Istri. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." “Aku muak dan jadi hilang selera makan…!!!” Sang Istri semakin marah
Lalu keesokan harinya, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil dari kayu, untuk di letakkan di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring dan gelas, keduanya juga memberikan mangkuk dan gelas dari kayu untuk si kakek.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.
Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua kejadian ini dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa nak ?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan bunda untuk makan saat aku besar nanti." "Meja ini nanti, akan kuletakkan di sudut sana, persis dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum sambil melanjutkan kembali pekerjaannya.
Jawaban itu kontan saja membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan sangat terpukul. Mereka tiba2 terdiam dan tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, perlahan air mata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka, tersentuh oleh jawaban dari anaknya.
Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang salah dan harus segera diperbaiki. Malam itu juga, mereka segera menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama dengan bahagia.
Saudaraku…!
Beruntung sekali  keluarga yang masih dibersamai orang tua. Orang tua jangan dijadikan beban. Sebaliknya, jadikan lahan untuk berbakti  dan menumpuk pundi-pundi amal. Yang pada akhirnya bisa menghantarkan kita ke syurga
Rasulullah telah bersabda : "Sungguh sangat kasihan sekali, sungguh sangat kasihan sekali dan sungguh sangat kasihan sekali orang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satunya sampai berumur lanjut, tetapi ia tidak masuk surga". [HR. Muslim]
Semoga Allah memberi taufik kepada diri kita menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua…! Aamiiin…3X YRA


KEISTIMEWAAN SEDEKAH

KEISTIMEWAAN SEDEKAH
(Menyembuhkan Sakit Dengan Sedekah)
Segala puji hanya milik Allah, kita selalu memujiNya dikala senang maupun susah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah -yang pernah mengalami sakit dan tertimpa cobaan- , kepada keluarga dan sahabat beliau yang penyabar lagi ridha terhadap taqdir Allah.

Pada zaman ini berbagai penyakit semakin menyebar dan banyak macamnya. Bahkan beberapa penyakit tidak bisa ditangani oleh dokter dan belum ditemukan obatnya, seperti kanker dan semisalnya, meskipun sebenarnya obat penyakit tersebut ada. Allah tidak menciptakan suatu penyakit, melainkan ada obatnya. Namun obat tersebut belum diketahui, karena suatu hikmah tertentu yang dikehendaki oleh Allah.

Mungkin penyebab utama banyaknya penyakit adalah banyaknya kemaksiatan dan dilakukan dengan terang-terangan tanpa malu. Kemaksiatan yang menyebar ditengah masyarakat dapat membinasakan mereka. Allah berfirman yang artinya,

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri" (Surat Asy Sura 30)

Diantara hikmah penyakit yang diderita seorang hamba adalah sebagai ujian dari Allah kepadanya, dunia adalah tempat berseminya berbagai musibah, kesedihan, kepedihan dan penyakit.

Ketika saya melihat orang sakit bergulat dengan rasa sakitnya dan menyaksikan orang yang membutuhkan pertolongan dengan menahan rasa perihnya, mereka telah melakukan berbagai macam ikhtiar namun mereka melewatkan sebab penyembuhan yang hakekatnya dari Allah. Maka saya tergerak menulis untuk semua orang yang sedang sakit, agar rasa duka dan sedihnya lenyap, dan penyakitnya dapat terobati.

Wahai anda yang sedang sakit menahan lara, yang sedang gelisah menanggung duka , yang tertimpa musibah dan bala, Semoga keselamatan selalu tercurah kepadamu, sebanyak kesedihan yang menimpamu, sebanyak duka nestapa yang kau rasakan.

Penyakitmu telah memutuskan hubunganmu dengan manusia, menggantikan kesehatanmu dengan penderitaan. Orang lain tertawa sedang engkau menangis. Sakitmu tidak kunjung reda, tidurmu tidak nyenyak, engkau berharap kesembuhan walau harus membayar dengan semua yang engkau punya.

Saudaraku yang sedang sakit! Saya tidak ingin memperparah lukamu, namun saya akan memberimu obat mujarab dan membuatmu terlepas dari derita yang bertahun tahun. Obat ini didapat dari sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,

"Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah"(Dihasankan oleh syaikh Albani dalam Shahihul Jami')

Benar saudaraku, obatnya adalah sedekah dengan niat mencari kesembuhan. Mungkin engkau telah banyak sedekah, namun tidak engkau niatkan agar Allah menyembuhkanmu dari penyakit yang engkau derita. Cobalah sekarang dan hendaknya engkau yakin bahwasanya Allah akan menyembuhkanmu.

Berilah makan orang fakir, atau tanggunglah beban anak yatim, atau wakafkanlah hartamu, atau keluarkanlah sedekah jariahmu. Sungguh sedekah dapat menghilangkan penyakit dan kesulitan, musibah atau cobaan. Mereka dari golongan Allah yang diberi taufik oleh Allah telah mencoba resep ini. Akhirnya mereka mendapatkan obat ruhiyah yang lebih mujarab dari obat jasmani. 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengobati dengan obat ruhiyah sekaligus obat ilahiyah. Para salafush shalih juga mengeluarkan sedekah yang sepadan dengan penyakit dan musibah yang menimpa mereka. Mereka mengeluarkan harta mereka yang paling mereka cintai. Jangan kikir untuk dirimu sendiri, jika engkau memang memiliki harta dan kemudahan. Inilah kesempatannya telah datang..!!

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seorang laki-laki tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak tujuh tahun. Ia telah mengobati lututnya dengan berbagai macam obat. Ia telah bertanya pada para tabib, namun tidak menghasilkan apa-apa. Ibnul Mubarak pun berkata kepadanya, "Pergilah dan galilah sumur, karena manusia sedang membutuhkan air. Saya berharap akan ada mata air dalam sumur yang engkau gali dan dapat menyembuhkan sakit di lututmu. Laki-laki itu lalu menggali sumur dan ia pun sembuh".. (Kisah ini terdapat dalam Shahihut Targhib).

Seorang laki-laki pernah ditimpa penyakit kanker. Ia lalu mencari obat keliling dunia, namun ia tidak mendapatkannya. Ia kemudian bersedekah pada seorang janda yang memiliki anak-anak yatim dan Allah pun menyembuhkannya.

Kisah lain, orang yang mengalami kisah ini menceritakan kepadaku, ia berkisah, "Anak perempuan saya yang masih kecil tertimpa penyakit di tenggorokannya. Saya membawanya ke beberapa rumah sakit. Saya menceritakan penyakitnya kepada banyak dokter, namun tidak ada hasilnya. Dia belum juga sembuh, bahkan sakitnya tambah parah. Hampir saja saya ikut jatuh sakit karena sakit anak perempuan saya yang mengundang iba semua keluarga.

Akhirnya dokter memberinya suntikan untuk mengurangi rasa sakit, hingga kami putus asa dari semuanya kecuali dari rahmat Allah. Hal itu berlangsung sampai datangnya sebuah harapan dan dibukanya pintu kelapangan. Seorang shalih menghubungi saya dan menyampaikan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, "Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah" (Dihasankan oleh Albani dalam Shahihul Jami') Saya berkata, "Saya telah banyak bersedekah". Ia pun menjawab, "Bersedekahlah kali ini dengan niat untuk kesembuhan anak perempuanmu". Sayapun mengeluarkan sedekah sekedarnya untuk seorang fakir, namun tidak ada perubahan.

Saya kemudian mengabarinya dan ia berkata, "Engkau adalah seorang yang banyak mendapatkan nikmat dan karunia dari Allah, hendaknya engkau bersedekah sebanding dengan banyaknya hartamu". 

Sayapun pergi pada kesempatan kedua, saya penuhi isi mobil saya dengan beras, ayam dan bahan-bahan sembako dan makanan lainnya dengan menghabiskan uang yang cukup banyak. 

Saya lalu membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan dan mereka senang dengan sedekah saya. 

Demi Allah saya tidak pernah menyangka bahwa setelah saya mengeluarkan sedekah itu anak saya tidak perlu disuntik lagi, anak saya sembuh total walhamdulillah. Saya yakin bahwa faktor (yang menjadi sebab) paling besar yang dapat menyembuhkan penyakit adalah sedekah. Sekarang sudah berlalu tiga tahun, ia tidak merasakan penyakit apapun. Semenjak itu saya banyak mengeluarkan sedekah khususnya berupa wakaf. Setiap saat saya merasakan hidup penuh kenikmatan, keberkahan, dan sehat sejahtera baik pada diri pribadi maupun keluarga saya.

Saya mewasiatkan kepada semua orang sakit agar bersedekah dengan harta mereka yang paling mereka cintai, dan mengeluarkan sedekah terus menerus, niscaya Allah akan menyembuhkannya walaupun hanya sebagian penyakit. Saya yakin kepada Allah dengan apa yang saya ceritakan. Sungguh Allah tidak melalaikan balasan untuk orang yang berbuat baik.

Kisah lainnya, diceritakan oleh pelakunya sendiri. Ia berkata, "Saudara laki-laki saya pernah pergi ke suatu tempat. Ditengah jalan ia berhenti. Sebelumnya ia tidak pernah mengeluh sakit apapun. Pada saat itu tiba-tiba ia jatuh pingsan, seolah-olah peluru menembus kepalanya. Kami mengira ia tertimpa al 'ain (sakit karena pengaruh mata dengki seseorang) atau kanker atau penyempitan pembuluh darah. 

Kami lalu membawanya ke berbagai klinik dan rumah sakit. Kami melakukan berbagai macam pemeriksaan dan roentgen. Hasilnya, kepalanya normal saja, namun ia mengeluh sakit yang membuatnya tidak bisa berbaring. Juga tidak bisa tidur dan hal ini berlangsung lama. Bahkan jika sakitnya parah, ia tidak bisa bernapas apalagi berbicara.

Saya lalu bertanya kepadanya, "Apakah engkau mempunyai harta yang bisa kami sedekahkan? Semoga Allah menyembuhkanmu". Ia menjawab, "Ada". Lalu ia memberiku kartu ATM dan aku cairkan dari kartu tersebut sekitar tujuh belas juta rupiah. Setelah itu saya menghubungi salah seorang yang shalih yang mengenal beberapa orang fakir, agar ia membagikan uang tersebut kepada mereka. 

Saya bersumpah demi Allah yang maha mulia, saudara saya sembuh dari sakitnya pada hari itu juga, sebelum orang-orang fakir itu menerima harta titipan tersebut. Saya benar-benar yakin bahwa sedekah mempunyai pengaruh yang besar bagi kesembuhan penyakit seseorang. Sekarang sudah berlalu satu tahun, ia sama sekali tidak mengeluhkan sakit di kepalanya lagi, alhamdulillah. Dan saya wasiatkan kepada kaum muslilimin agar mengobati penyakit mereka dengan sedekah.

Berikut kisah lainnya, pelakunya sendiri yang menceritakan kisah ini. Ia berkata, "Anak perempuan saya menderita sakit demam dan panas. Ia tidak mau makan. Saya membawanya ke beberapa klinik, namun panasnya masih tinggi dan keadaannya semakin memburuk. Saya masuk rumah dengan gelisah. Saya bingung apa yang harus saya perbuat. Istri saya berkata, "Kita akan bersedekah untuknya". Saya lalu menghubungi seseorang yang mengenal orang-orang miskin.

Saya berkata kepadanya, "Saya harap anda datang shalat bersama saya di masjid. Ambillah dua puluh kantong beras dan dua puluh kotak ayam di tempat saya, lalu bagikanlah kepada orang-orang yang membutuhkan". Saya bersumpah demi Allah dan saya tidak melebih-lebihkan cerita, lima menit setelah saya menutup telpon, tiba-tiba saya melihat anak saya menggerak-gerakkan kaki dan tangannya, bermain dan melompat diatas tempat tidur. Ia pun makan hingga kenyang dan sembuh total. Ini semua berkat karunia Allah kemudian sebab sedekah. Saya wasiatkan semua orang untuk mengeluarkan sedekah ketika tertimpa penyakit".

Marilah saudaraku, pintu telah terbuka, tanda kesembuhan telah tampak di depanmu. Bersedekahlah dengan sungguh-sungguh dan percayalah kepada Allah. Jangan seperti orang yang melalaikan resep yang mujarab ini, hingga ia tidak mengeluarkan sebagian hartanya untuk bersedekah lagi. Padahal bertahun-tahun ia menderita sakit dan mondar mandir ke dokter untuk mengobati penyakitnya, dengan merogoh banyak uang dari sakunya.

Jika engkau telah mencoba resep ini dan engkau sembuh, jadilah orang yang selalu menolong orang lain dengan harta dan usahamu. Jangan engkau membatasi diri dengan sedekah untuk dirimu sendiri, namun obatilah penyakit orang-orang yang sakit dari keluargama dengan sedekah. Jika engkau tidak sembuh total, ketahuilah engkau sebenarnya telah disembuhkan walau sedikit. Keluarkan sedekah lagi, perbanyak sedekah semampumu. Jika engkau masih belum sembuh, mungkin Allah memperpanjang sakitmu untuk sebuah hikmah yang dikehendakiNya atau karena kemaksiatan yang menghalangi kesembuhanmu. Jika demikian cepatlah bertaubat dan perbanyak doa di sepertiga malam terakhir.

Sedangkan bagi anda yang diberikan nikmat sehat oleh Allah, jangan tinggalkan sedekah dengan alasan engkau sehat. Seperti halnya orang yang sakit bisa sembuh maka orang sehatpun bisa sakit. Sebuah pepatah mengatakan, "Mencegah lebih baik dari mengobati".

Apakah engkau akan menunggu penyakit hingga engkau berobat dengan sedekah? Jawablah...! Kalau begitu bersegeralah bersedekah...