Senin, 08 Agustus 2016

Roti Panggang Gosong


Roti Panggang Gosong
Ketika saya masih kecil, Ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Suatu malam, setelah ibu bekerja keras sepanjang hari, ibu menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah. Saat itu saya menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ. Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.
Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya! Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu. Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan..“Sayang, jangan khawatir…aku suka roti panggang yang gosong.” Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong. Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!” Tahu kah kamu apa yang menyakiti hati seseorang?…”kata kata kasar…”
Lalu ayah melanjutkan, “kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal, kadang lupa ulang tahun ibumu, ulang tahun pernikahan, dan lain-lain sama seperti orang lainnya. Yang ayah pelajari adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis. Hidup itu terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian. Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi mereka. (Sumber:Manhajuna/GAA)

Selasa, 02 Agustus 2016

Melatih Mandiri


Melatih Mandiri
Kemandirian perlu anda-ajarkan sedini mungkin pada anak anda. Meskipun demikian banyak orang tua yang melewati cara mengajarkan anak mandiri dikarenakan beberapa alasan, salah satunya kesibukan orang tua dengan pekerjaan diluar rumah atau ketergantungan antara anak dan orang tua hingga sulit untuk anda melepaskannya. Perilaku anak dapat dibentuk dari pengaruh lingkungan, sedangkan lingkungan terbesar anak-anak adalah rumah. Salah satunya adalah ketika sebagian anak takut pada hal baru sedangkan sebagiannya lagi justru mencoba penuh dengan berani bahkan tidak jarang hingga yakin benar. Hal ini jelas merupakan salah satu gambaran tingkat kenyamanan  pada anak yang masing masing memiliki perbedaan.
Betulkah ini merupakan salah satu pengaruh dari latihan kemandiran anak? Bagaimana kiat melatih anak mandiri? Latihan kemandirian sudah dapat anda latih pada anak usia dini. Terutama apabila anak anda sudah memasuki usia 1 tahun. Perlu anda ketahui setiap usia anak anda memiliki pemahaman dan daya tangkap yang berbeda ketika melatih kemandirian sehingga anda harus membedakan cara melatih sesuai dengan usia anak anda :
A.  Pada usia anak 1 tahun
1.  Pada usia satu tahun batita belum dapat memahami rutinitas sehari hari. Misalnya saja minum susu, bermain, mandi, makan atau tidur. Sehingga penting bagi anda untuk melatih melakukan rutinitas tersebut. Misalnya ketika akan mandi anda dapat mengajak anak anda untuk mengambil handuk sebelum akan mandi.Kemudian anda dapat membiarkan batita untuk memilih lauk pauk.
2.  Latih anak anda untuk minum dari gelas dan memegang sendiri gelas tersebut. Anda dapat mencobanya dengan memberikan gelas yang tidak mudah pecah.
3.  Pada usia anak anda ini , latihlah untuk dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain sehingga mampu mendukung batita menarik dengan lingkungan sekitarnya. Keingintahuan yang besar akan membantu anak anda untuk mengeksploirasi lingkungan dan kemampuan motorik. Selama lingkungan yang nyaman dan aman maka anda tidak usah melarangnya, perhatikan dan berikan pengawasan saja.
B.  Pada usia anak 2 tahun
1.  Kini, anak sudah dapat menggunakan sendok sehingga untuk makan sendiri. Meskipun belum sempurna akan tetapi kemampuan ini sudah dapat membantu anak anda mandiri. Dengan menggunakan sendok dan makan sendiri sudah menggunakan koordinasi tangan dan mata.
2.  Anda dapat melakukan toilet learning pada anak. Misalnya dengan mengajarkan menggunakan tolilet dengan bantuan pengawasan anda.
3.  Ajarkan anak anda untuk mencuci muka dan tangan sendiri meskipun pada awalnya mungkin pakaiannya akan basah akan tetapi berikan kesempatan belajar. Tunjukan kepada batita cara membuka dan menutup keran, membasuh muka, menggunakan sabun tangan hingga menggunakan gayung kecil.
4.  Latih anak anda untuk melepas pakaian sendiri, melepas dan menggunakan sepatu.
5.  Anda dapat menunjukan kepentingan anak anda seperti tas atau botol minum sehingga dapat membantu menyimpan dan membawanya di tempat asal perlengkapan disimpan.
C.  Pada usia anak 3 tahun
1.  Berikan kebebasan pada anak anda untuk berjalan sendiri. Sesekali anda dapat memberikan kebebasan untuk melompat, memegang atau berlari. Sehingga anak anda dapat mencobanya tanpa membahayakan tubuhnya.
2.  Pada usia ini anak anda sudah mampu menunjukan kemampuan di hadapan orang lain termasuk membawa tas yang berisi belanjaan atau membereskan tempat tidur. Biarkan anak anda untuk menunjukan kemampuan dan arahkan sehingga bertanggung jawab.
3.  Latih anak anda untuk bekerja sama dalam melakukan tugas rumah. Salah satunya membereskan mainan. Berikan arahan yang terbaik sehingga dapat bekerja sama.
4.  Latih kemampuan anak anda seperti mencorat coret kertas, ayunan sendiri, berteriak keras atau bersepeda. Berikan kesempatan anak anda mendapatkan pengalaman tanpa harus mengkhawatirkan bahaya selama anda mengawasinya.

Terkilir Kerikil, Tak kan Kesandung Gunung

“Sak klimah mengku  fadhilah dan hikmah”.  Itulah yang lebih tepat memaknai mutiara kata di atas. Maknanya dalam bahasa Indonesia seseorang akan terkilir krikil dan kesandung batu yang kecil. Tidak akan kesandung batu sebesar gunung. Seseorang tertimpa musibah dari sesuatu yang sederhana atau kecil yang kadang tidak kita perhatikan. Kita menganggap perkara kecil. Tidak masalah bagi kita. Tidak apa-apa  terjadi. Padahal,  jika kita biarkan akan menjadi masalah besar.  Kebiasaan memperhatikan yang sederhana dan yang kecil akan menghindarkan masalah yang rumit dan besar
Kita sering menjumpai kebiasaan buruk di rumah. Misalnya, membiarkan lampu dan kipas angin masih menyala meskipun tidak ada orang. Setrika masih aktif, kompor gas masih menyala padahal seluruh penghuni rumah pergi. Kran masih mengalir sehingga air meluber kemana-mana. Hal ini juga sering terjadi di kantor pemerintah dan fasilitas umum. Pada akhirnya terjadi kebakaran atau musibah lainnya dikarenakan kita teledor mengabaikan perkara yang kecil.